Terbaru :

Tes Ride Yamaha New Mio GT 2013


ManiakMotor – Layaknya konsumen metode pengetesan bbm yang dilakukan awak maniakmotor.com pada Yamaha New Mio GT 2013. Konsumennya pun bukan cewek, tapi pria yang cenderung ‘ugal-ugalan’, dia mahir mengendara. Kalau tidak, mana layak kerja di portal ini. Beda dengan irit-iritan yang mengatur putaran mesin. Diibartakan pengendara yang sedang kejar waktu dari Jakarta ke pinggiran, beliau ingin buru-buru ke rumah, tak peduli boros, kan beda setetes. Jakarta adalah tempat bekerja, pinggirannya tempat tinggal.

Macet-macet dalam kota, siap-siap dengan minuman di konsol ini

PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacture (YIMM) memang meminjamkan Mio GT untuk diperlakukan 'sesuka hati'. Sebelumnya 'dilancarkan' dulu otot-otot mesin dan sasisnya kurang lebih 50 kilometer. Itu sama saja dengan raning oderdil. Di kampung dulu disebut endrien, endrein atau andrain, ya pokoknya gitulah. Tujuannya komponen yang masih gress dan terutama  belt CVT ngeplak dengan jalur puli dan rollernya lencar bergarak pada got. Kompon ban IRC supaya panas dulu. Ah, macam balap kau. Padahal kau itu pemuda berbandan gelap, tau??? 

Real membuktikan konsumsi bahan bakar tiap liternya. Tidak ngarang! Caranya, tangki bahan bakar dikuras  dahulu sampai kering. Bahkan setelah tangki kosong, mesin dihidupkan dan dibiarkan sampai mati sendiri. Setelah itu diisi 1 liter. Maklum, janjinya 1 liter bensin bisa tiga kecamatan yang akan dilewati. Nah hitung saja kampung yang bisa dilalui. Sebetulnya dari pabriknya diisi pertamax yang oktannya di atas 92. Sementara, portal ini mengisinya dengan premium. Itu layaknya konsumen kebanyakan. 

Khawatir juga mesin sulit hidup macam mesin berkarburator usai kehabisan bensin. Tapi, sekali pijit tombol starter, langsung ser, ser, seeer. Berarti benar kata M. Abidin, selaku Manager Technical And Service YIMM ketika launching Mio GT. Bahwa, “Pompa bensin di dalam tangki hanya butuh suplai listrik sedikit, namum peformanya tinggi menyalurkan bahan bakar ke injector!" 

Pijakan kaki yang luas, juga tidak mudah terpeleset, walau ziig-zag Start pukul 17:30 WIB dari ‘kandang’ portal ini  di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan. Arah pengetesan ke Depok via Jagakarsa, Tanah Baru, Beji, Limo Cinere. Itu jalur ‘neraka’, campuran macet dan adu kecepatan.  Didominasi jalur sempit dengan frekuensi motor yang memang isinya Jakarta tiap hari. Apalagi saat jam pulang kantor, wuiih. Sekali lagi, tujuannya mendalami karakter pekerja yang ingin segera sampai rumah, bukan pengetesan irit-iritan atau mengendara normal yang selisihnya bisa 15 km untuk seliter. 

Kecepatan yang ditunjuk spidometer Mio GT variatif mulai 10 km/jam sampai dengan 80 km/jam. Beberapa kali akselerasi diadu sesama urban, melesat macam anak panah. Tak pandang bulu, bulu kucing dan nggak sebut bulu harimau disandingkan dengan  matik, bebek sampai sport dikompori agar kebut-kebutan. Eeeeei (orang Ambon), akselerasi Mio GT lebih cepat. Patut di garis bawahi, adu akselerasi dengan sport kapasitas 150 cc antara 20-70 km/jam. 

Masuk kecepatan 80 km/jam bukannya melempem, tapi memang sport sedang enak-enaknya ganti reduksi lebih tinggi. Sport yang dikejar juga Yamaha, hehehe. Sementara  Mio GT memang dibuat rata akselerasinya, entakannya cepat namun tidak tersentak walau selongsong gas dibuka dengan dadakan (kasar). Gejala ngok atau tesendat nyaris nggak ada. "Kan katup kupu-kupu di throttle body ada dua. Dia bekerja sesuai kebutuhan i beban, suhu dan situasi lingkungan  dibaca melalui sensor," tambah  Abidin yang di wawancara saat launching Mio GT. Kata lainnya itu berkat layanan YMJET-FI. 

Setangnya mudah mengarah alias lincah di belantara macetKarena kondisi lalulintas padat, waktu 45 menit telah berlalu, tapi mesin belum mati juga. Setang dan posisi duduk Mio GT yang ergonomik pas dengan orang Indonesia rata-rata  tinggi 170 berat 78 kg, seperti tester ini coba diarahkan ke lalulintas yang lebih macet di jalur sempit. Akselerasi dan kelincahan motor coba salip mikrolet yang melaju 30-40 km/jam. , dan terbukti akselerasi halusnya Mio GT selalu bisa membawa motor dan testernya selamat alias tidak nyangkut di tengah-tengah mobil yang disusul. Setelah beberapa lama, barulah mesin motor berhenti, tanda premium di dalam tangki habis. 

Saatnya menghitung waktu tempuh. Saat pengisian bahan bakar odometer menunjukan 63,5 kilometer. Daaaaaan, saat bensin habis, angka menunjukan 105,8 kilometer. Artinya 1 liter bahan bakar bisa menempuh 42,3 kilometer pada belantara macet Jakarta dengan perlakukan kasar yang stop and go. Ingat ya, testernya kegedean (78 kg), nggak cocok bawa matik. Ini bila mengendaranya menjaga rpm pasti lebih irit lagi, dong. Apalagi di jalanan lengang. Nah tunggu saja versi yang dibawa cewek, ya  cewek sendiri yang akan ngetest dan luar kota. Adit

Sumber artikel by : maniakmotor
Share this article :
 
Copyright © 2010. Pamer Motor - All Rights Reserved
Publish By Travel Web Desain